FORMULASI SEDIAAN LOTION PDF

FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIKOKIMIA SEDIAAN LOSIO DENGAN BERBAGAI also to determine the levels of vitamin E in lotion once it was made. Wiguna, Pradipta Ayu and -, Dr. T.N. Saifullah S, , Apt and -, Rima Munawaroh, , Apt () Formulasi Sediaan Krim Minyak Atsiri. Formulasi gel dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC 3%, 5% dan 7%, . Tujuan penelitian adalah untuk formulasi sediaan lotion dan.

Author: Sharan Faemuro
Country: Gambia
Language: English (Spanish)
Genre: Marketing
Published (Last): 4 July 2013
Pages: 191
PDF File Size: 10.24 Mb
ePub File Size: 13.34 Mb
ISBN: 536-6-95198-321-4
Downloads: 24219
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Mazushakar

Formulasi dan Efektifitas Sediaan Lotion Anti Nyamuk Ekstrak Daun Kenikir

Thanks for dropping by Shofiatul Fajriyah, Apt! Take a look around and grab the RSS feed to stay updated. Membuat sediaan hand and body lotion yang berfungsi sebagai antioksidan dengan bahan aktif campuran ekstrak teh dan apel. Lotion merupakan suatu emulsi. Emulsi adalah suatu tetes cairan yang terdispersi dalam cairan yang lain dan dapat dilihat dibawah mikroskop atau emulsi adalah suatu sistem heterogan terdiri dari dua cairan yang tidak bercampur, yang satu terdispersi yang lain dalam bentuk tetes kecil yang mempunyai diameter pada umumnya lebih dari 0,1mm Becher, Dalam bidang farmasi, secara sederhana emulsi diartikan sebagai campuran homogen dari dua cairan yang dalam keadaan normal tidak dapat bercampur fase air dan fase minyak dengan pertolongan bahan penolong yang disebut emulgator.

Formulasi dan Uji Sifat Fisikokimia Sediaan Losio dengan Berbagai Variasi Konsentrasi Vitamin E

Sediaan farmasi atau kosmetika dalam emulsi banyak sekali dijumpai dalam sedian topikal maupun sistemik. Tumbuh-tumbuhan diketahui kaya akan antioksidan alami misalnya: Oleh karena itu tumbuhan dapat menjadi sumber-sumber baru antioksidan yang potensial Kikuzaki dan Nakatani, Al-Saikhan dkk, Di zaman dahulu, genus Camellia dibedakan menjadi beberapa spesies teh yaitu sinensis, assamica, irrawadiensis. Sejak tahun semua teh dikenal sebagai suatu spesies tunggal Camellia sinensis dengan beberapa varietas khusus, yaitu sinensis, assamica dan irrawadiensis.

Pohon karena pemangkasan kerap kali seperti lotjon, tinggi meter. Ujung ranting dan daun muda berambut halus. Daun tersebar,tunggal seediaan daun eliptis memanjang denga pangkal runcing, bergerigi, seperti kulit tipis, kali 2 sampai 6 cm. Bunga diketiak, berkelamin dua, bunga yang membuka menunduk, garis tengah cm, sangat harum, putih cerah V Steenis, Senyawa bioaktif di dalam teh, diantaranya adalah;Flavonoid.

Flavonol merupakan golongan senyawa flavonoid yang paling banyak pada teh. Monomer flavonol yang paling banyak dikenal adalah katekin. Jenis katekin yang terdapat dalam teh antara lain: Ekstrak etanol dari apel mempunyai konsentrasi antioksidan yang tinggi. Aktivitas antioksidan berasal dari senyawa polipenol, asm fenolat, dan flavonoid.

Kemampuan antioksidan tersebut dapat dormulasi dengan 1-diphenylpicrylhydrazyl DPPHbeta-carotene bleaching beta-carotenedan nitric oxide inhibition radical scavenging NO Leontowicz, Senyawa antioksidan fenolik dari buah apel dapat berfungsisebagai antioksidant, sitoprotektive dan antiproliferatif pada sel karsinoma kolon Tarozzi A, Apel mempunyai kadar polipenol jauh lebih tinggi daripada buah per dan sedisan.

Caffeat, p-cumaric dan asm ferulat serta nilai total radical-trapping antioxidative potential TRAP pada apel lebih tinggi signifikan daripada buah per dan peach Leontowicz, Biji apel mengandung racun, terdiri dari sejumlah kecil amygdalin dan glikosida sianogen, tetapi membutuhakan banyak biji lorion menghasilkan efek toksik.

Penelitian menunjukkan apel dapat menurunkan resiko kanker kolon, kanker prostat, dan kanker paru-paru. Seperti buah lainnya, apel terdiri dari vitamin C, dimana sebagai antiokasidant yang dapat menurunkan resiko kanker dengan mencegah kerusakan DNA. Ampas ditambah cairan penyari secukupnya, aduk serkai hingga keseluruhan sari yang diperoleh ml. Lition juga mudah teroksidasi oleh udara sehingga terjadi pemecahan bahan yang terkandung didalamnya, yang akan mengubah warna lootion bentuk kosmetika.

  HUAWEI CDMA BTS 3606 PDF

Untuk mencegah hal tersebut digunakanlah bahan antioksidan.

Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Antioksidan dalam kosmetik berfungsi untuk menghambat degradasi zat aktif dari tabir surya. Sugihartini N,Tesis. Muirtini, dkk menjelaskan bahwa penyinaran kulit oleh UVB maupun UVA dapat menyebabkan eritema atau pigmentasi kulit. Manchan kebiasaan berjemur atau sunbath mengakibatkan hal yang merugikan, yaitu mulai terbakarnya kulit sunburnsampai kanker kulit.

Dilaporkan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 8 juta penderita kanker kulit di dunia. Bebrapa laporan mengindikasikan teh hiaju dapat mencegah kanker kulit karena teh lotiln mengandung polifenol yang bersifat antioksidan.

Katekin adalah grup terbesar dari polifenol teh hijau. Tanin dapat menghambat pembentukan oksigen aktif yang dapat menyebabkan oksidasi Rauha, ; Okuda et al. Black menyatakan bahwa antioksidan memiliki potensi sebagai fotoprotektor. Cahaya UV dapat memacu pembentukan sejumlah senyawa reaktif atau radikal bebas pada kulit.

Senyawa dengan kemampuan antioksidan atau penangkap radikal bebas dapat berkompetisi dengan molekul target dan mengurangi atau mengacaukan efek yang merugikan. Daun teh hijau maupun buah apel mempunyai senyawa antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang jika berada pada konsentrasi yang relatif lebih rendah dibandingkan konsentrasi suatu substrat, maka akan teroksidasi terlebih dahulu, sehingga dapat mencegah terjadinya oksidasi substrat formulzsi.

Bahan yang digunakan dalam maserasi adalah campran dari daun teh hiaju kering dan buah apel segar. Apel dipotong kecil-kecil agar penyarian sempurna. Bahan yang digunakan bukan berbentuk serbuk karena untuk lebih efisien waktu, dan agar senyawa aktif tidak banyak hilang akibat perlakuan penyerbukan dan pengeringan. Pemilihan penyari ini didasarkan atas senyawa yang akan diambil. Glikosida flavonoid dan aglikon yang lebih polar, flavon yang mempunyai gugus hidroksi, flavonol, biflavonoid, auron dan chalkon umumnya diisolasi dari bahan tanaman denagn aseton, alkohol, air, atau campurannya.

Kemungkinan pelarut yang baik digunakan untuk mengekstraksi golongan diatas adalah campuran metanol-air 1: Sedangkan apel yang mengandung polipenol dengan konsentrasi tinggi mempunyai kelarutan tinggi pada air.

Pembuatan ekstrak apel dan teh hijau dilakukan dengan cara maserasi. Alasan digunakan metode maserasi adalah metode ini sederhana, mudah dan tanpa pemanasan. Jika ada pemanasan dikhawatirkan senyawa antioksidan akan terurai atau rusak. Pada percobaan formulxsi dilakukan selama 5 hari dalam kondisi terlindung dari cahaya.

Hal ini dimaksudkan untuk melindungi zat aktif yang telah tersari dari kemungkinan adanya oksidasi oleh cahaya. Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam proses maserasi adalah, selama proses perendaman bejana harus ditutup. Sediaxn ini untuk mencegah terjadinya penguapan dari etanol, mengingat etanol mudah menguap. Selain itu, dengan adanya etanol yang menguap akan menurunkan kadar etanol dalam cairan pelarut yang dapat mengakibatkan perubahan efektivitas etanol dalam mencegah pertumbuhan kapang, jamur, mikroba.

Rendaman selalu diaduk, dua kali sehari. Pengadukan ini bertujuan untuk meningkatkan kontak antara cairan penyari dengan simplisia sehingga meningkatkan penyarian. Pada hari kelima dilakukan penyaringan. Penyaringan menggunakan kain flannel agar mampu menahan serbuk sehingga tidak ikut tercampur dengan filtrat Ampas ditambah lagi dengan cairan penyari sampai diperoleh ml sari.

  BOOG SKETCHBOOK PDF

Filtrat yang terkumpul dipisahkan, kemudian diuapkan menggunakan pemanasan diatas penangas air formulai pengurangan tekanan dengan bantuan kipas angin sambil diaduk-aduk untuk mempercepat penguapan hingga diperoleh ekstrak dengan konsentrasi yang kental.

Kontrol dilakukan dengan mengamati secara visual dari ekstrak yang diperoleh.

Kontrol ini sebagai pengenalan awal yang sederhana seobyektif mungkin dari ekstrak. Untuk ekstrak kental didapat data yang berupa rasa pahit, bau khas, dengan warna kecoklatan, konsistensi lotiom lengket dan liat. Serta pada buah apel kandungan gulanya relatif tinggi sehingga menambah kekentalan ekstrak. Karena ekstrak lengket dan menempel pada alat, perhitungan randemen tidak sempat dilakukan.

Pada formulsi, bagian A terdiri dari setil alkohol, lanolin, asam stearat. Bagin A merupakan bagian lipofilik, yaitu terdiri dari bahan-bahan yang larut dalam lemak. Lanolin adalah Adeps lanae yang telah menyerap air atau mengandung air yang ditambahkan.

Pada praktikum inj diguanakan stearil alkohol untuk mengganti setl alkohol.

Formulasi Lotion Bengkuang by Dessi Anggraeni on Prezi

Stearil alkohol ini berperan penting dalam pembuatan emulsi dan sebagai antifoam agent Stearil alkohol ini larut dalam alkohol, eter, benzena dan aseton. Asam stearat sangat sedikit larut dalam air. Asam sterat ini biasanya digunakan dalam vanishing cream dan kosmetika lain.

Bahan Sddiaan B adalah gliserol, metil paraben, trietanolamin dan aqua. Bagian B ini terdiri dari bahan-bahan yang larut dalam air. Metil paraben sebagai pengawet preservatif. Pengawet ditambahkan untuk mencegah kontaminasi, pengrusakan dan pembusukan oleh bakteri dan fungi. Hal iitu dikarenakan adanya aquadest dan lanolin merupakan substrat mikoorganisme.

Trietanolamin berperan dalam pembuatan emulsi dengan mineral, minyak tumbuhan, parafin dan wax. Trietanolamin larut dalam air dan mempunyai viskositas sebesar ,5 centipoise pada suhu kamar.

Sedangkan Gliserol berfungsi untuk menaikkan viskositas dari emulsi lotion. Masing-masing, bagian A dan bagian Formulxsi dipanaskan pada suhu 70oC. Pemanasan pada bagian A berfungsi untuk melehkan bahan-bahan padat. Sedangkan pemanasan bagian B bertujuan untuk melarutkan dan menghomogenkan bahan-bahan yang ada pada campuran tersebut.

Bagian A dan dan bagian B lalu dicampur didalam mortir dengan pengadukan yang kuat. Setelah terbentuk emulsi, ditambahkan ekstrak dan sebagai corigen odoris ditambahkan minyak melati. Lotion yang dihasilkan viskositasnya rendah atau encer.

Viskositas dari Hand and Body Lotin dalam bentuk emulsi dipengaruhi oleh prinsip kerja alat. Untuk hasil yang optimal, maka alat yang diguanakan dalam pencampuran bahan adalah homogenizer. Alat ini mempunyai karakteristik memperkecil ukuran partikel yang sangat efektif.

Pengecilan partikel terjadi karena cara alat ini yaitu dengan menekan cairan, dipaksa melalui celah yang sempit dan kemudian dibenturkan ke suatu dinding atau ditumbukkan pada peniti-peniti metal yang lotiin pada clah tersebut. Semakin kecil diameter partikel, maka semakin stabil sediaan emulsinya.

Karena keterbatasan alat, pada praktikum ini tidak digunakan homogenizer. Formulsi Nur Azizah n Irwan Kusumawardhana. Twitter Facebook Like this: Fill in your details below or click an icon to log in:.